5 Brand Lokal Epik - Menemukan Brand Lokal di Hutan Instagram Yang Berisik

5 Brand Lokal Epik - Menemukan Brand Lokal di Hutan Instagram Yang Berisik


Belum lama setelah www.pemoeda.co.id berhenti menjadi sebuah brand lokal yang memproduksi batik bermotif Jepang seperti “Samudra”, tim Pemoeda merombak website yang digunakan untuk berjualan dan merubahnya menjadi sebuah website baru pada Oktober 2018. (Jangan lupa explore brand lokal di Pemoeda!)


Pemoeda saat menjadi brand lokal

Batik "Samudra" buatan Pemoeda saat masih menjadi brand lokal


Website Dimana Semua Brand Lokal Indonesia Berkumpul di Dalam Satu Wadah


Website baru yang mana misinya sangat sederhana, yaitu mempertemukan seseorang dengan brand lokal yang belum pernah ia temui sebelumnya. Karena kita menganalisa, posisi brand lokal pada era ini dan 10 tahun yang lalu, memang ada peningkatan, tapi masih tidak berubah secara sangat signifikan. Kita masih bergerilya dan tersebar dimana-mana.


Kalau kita minta sebutkan nama 10 brand lokal kepada orang yang asal kita temui dijalan, kebanyakan tidak bisa menyebutkan lebih dari 3, selanjutnya hanya “Hmmmm… Apa lagi ya?”


Harus ada ribuan brand lokal di Pemoeda. Bayangin bro, ada lebih dari 3.000 brand lokal di Pemoeda.co.id (pasti ada lebih dari 3.000 di Indonesia) saat ini dan kebanyakan orang hanya tau 3 sampai 5. Sedangkan kita pasti bisa menyebutkan 20 sampai 30 brand asing dengan cukup mudah sekarang juga.


Kita ini kalah di kandang sendiri, kita sudah terlena. Para pemuda yang konon bisa mengguncang dunia, sudah tertidur lelap cukup lama. Lalu, ribuan brand lokal ada di 1 platform gimana caranya?


Setelah diskusi kesana kesini, studi atas-bawah, pada akhirnya diputuskan kalau ternyata brand lokal itu selalu nongkrong di Instagram. Apapun yang terjadi, pasti brand lokal yang fungsional dan masih beroperasi punya Instagram sebagai media untuk menambah brand awarenessnya. Ditambah lagi, ngga sedikit dari mereka yang menggunakan Instagram sebagai satu-satunya channel penjualan.


Instagram dari Timechine brand lokal

Timechine, brand lokal yang membuat produk rugged wear


Pada akhirnya, kita berpikir, daripada membuat sebuah platfom yang bersaing dengan Instagram, gimana kalau kita justru menggunakan Instagram sebagai salah satu Infrastruktur platform Pemoeda yang baru? Yep, jadilah platform Pemoeda.co.id versi pertama.


pemoeda brand lokal versi 1

Pemoeda.co.id versi pertama (sekarang April 2019 versi kedua, otw versi ketiga)


Dikerjakan oleh 1 orang developer asal Makassar yang bekerja keras tanpa pernah dibayar. Justru malah membayar patungan server dan mengisi malam-malam panjang dengan huruf, angka, & algoritma.


Pada tahap awal, kita kumpulkan 1.000 ID brand lokal yang kita temukan di Instagram. Kita temukan ratusan lagi yang berjualan di platform-platform brand lokal yang ada sekarang, seperti Maskoolin, Apstrofi, Bromarket (dulu masih ada), Goodsdept, dan sebagainya.


Kita kumpulkan terus-menerus semua ID Instagramnya. Voila! Dalam 1 ½ bulan kita udah punya data ribuan brand lokal, beserta semua gambar kontennya. Paralel dengan pembangunan website versi pertama, dan akhirnya kita launch secara diam-diam website Pemoeda.co.id. Versi pertama seperti diatas, dan kedua seperti dibawah.


platform brand lokal pemoeda versi 2

Ini versi kedua Pemoeda.co.id setelah dirombak dari versi pertama


Dari Perjalanan kita yang singkat ini, kita bertemu, berinteraksi, dan berkawan dengan cukup banyak brand lokal. Kita paham kesulitannya, karena dulupun kita merasakan hal yang sama (Intermezzo, kayanya kalau kita lanjutin jual batik motif Jepang, kita udah profit banget sekarang, heheheh).


Sehingga kita bisa menghargai sekali sebuah produk yang diciptakan oleh tangan-tangan anak Bandung, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan daerah-daerah lainnya dimana pemudanya berusaha berkarya.


brand lokal pemoeda


Setiap sentimeter dari sebuah Jaket Timechine.co contohnya, setiap detail, jahitan dan kenyamanan yang diberikan ketika menggunakan jaket tersebut, menggambarkan setiap peluh, usaha, dan harapan yang ditumpahkan dalam mematerialisasikan imajinasi pemuda dibaliknya.


Menjadi sebuah fisik jaket yang utuh, tanpa cacat. Yang secara kualitas sangat baik, dan terutama, memiliki ikatan nasionalisme yang lebih kuat dengan kita, dibandingkan dengan jaket buatan Zara.


brand lokal timechine

Jaket KAMP-43, kita beli dan sejak itu menjadi jaket favorit tim kita


Maraknya brand lokal jam tangan dress watch pria juga membuat kita kagum. Brand lokal seperti Nam, Chronox, Verve, Solo, Roodolph, & Dekade menghembuskan nafas baru terhadap perkembangan industri jam tangan tanah air. Dimana saat kita memiliki pilihan lain selain yang terbuat dari kayu, seperti buatan Lima & Matoa.


Mereka merebut pasar dari brand asing seperti Daniel Wellington, Tissot, & Timex. Kita tinggal menunggu siapa yang bisa menjadi brand jam tangan lokal pertama, yang produknya 100% buatan Indonesia, dari movement, dial, strap, crown dan sampai ke akar-akarnya. Niscaya brand tersebut sudah pasti akan harum namanya di dalam hati setiap orang Indonesia.


Tanpa ngomong panjang lebar lagi, berikut adalah list dari beberapa brand lokal epik yang lo mungkin ngga kenal. Brand lokal epik yang kita perkenalkan disini tidak berarti adalah brand yang sudah terkenal. Namun mereka adalah brand lokal yang secara kualitas, kreativitas, dan inovasi kita anggap sangat patut diacungi jari teng… jempol. Mari kita mulai bro!


1. Tenue de Attire


brand lokal tenue de attire

Artikel kemeja terbaru dari Tenue de Attire; L’INDÉPENDANCE INDONÉSIENNE


Pada awal tahun 2019 ini Tenue de Attire meluncurkan 3 artikel kemeja yang menurut kita bisa dibilang sangat artistik dan nasionalis (Bisa dilihat dibawah). Artikel tersebut termasuk kepada koleksi yang berjudul “L’INDÉPENDANCE INDONÉSIENNE” yang artinya kemerdekaan Indonesia.


Berkolaborasi dengan kartunis dengan nama akun Instagram @Harimerdeka. Seorang kartunis dengan karakter ilustrasi yang dengan mudah mengingatkan kita kepada Tin-Tin. Ketiga artikel mereka ini menurut kita sangat inovatif & kreatif.


kemeja tenue de attire L’INDÉPENDANCE INDONÉSIENNE brand lokal

Artikel L’INDÉPENDANCE INDONÉSIENNE digunakan oleh tukang daging biar hemat biaya photoshoot


Ketiga artikel tersebut adalah La Culture, La Démocratie & Le Folklore. Kita sendiri sangat antusias (dan kita rasa juga banyak yang suka) dengan artikel La Démocratie, yang mana bergambar Jokowi sedang naik moge, dan Prabowo lagi naik kuda. Pas banget momennya dengan pemilu bulan April tahun 2019.


Pada saat artikel ini ditulis, pemilu masih beberapa hari lagi. Tapi pada akhirnya, mungkin yang paling aman untuk dibeli adalah La Culture & Le Folklore. Karena pemilu ini akan lewat, dan kita ngga tau apakah baju tersebut masih akan relevan di tahun-tahun yang akan datang. Cek https://tenuedeattire.com.


2. Cravar


cravar brand lokal

Rana Series by Cravar


Salah satu tas selempang yang kita sendiri cukup ngebet untuk beli adalah tas selempang kulit dari Cravar. Kenapa? Kalo kata orang bule “It would last a lifetime”, dan “Recognized by the west as a brand with high quality products”. Itu menurut kita sih, tapi coba lo liat beberapa komen orang bule yang udah beli dibawah. Founder Cravar sudah berhasil membuat brand tersebut menjadi brand berkelas, dengan menggali potensial negeri sendiri.


testimoni brand lokal cravar

Testimoni orang yang beli Cravar di Kickstarter.com


Sebagai orang Indonesia yang suka proud overload atau overproud, jujur ita overproud sih ama Cravar. Cuma mungkin kita akan diem aja dan ngga perlu ikut-ikutan komen disana. Cukup kebanggaan kita disampaikan pada artikel ini agar kita bisa sama-sama berbangga hari terhadap kesuksesan Cravar.


FC by Cravar

F.C Fox by Cravar


Menurut kita ini adalah sebuah prestasi tersendiri, diakui sebagai produk berkualitas oleh orang asing. Dimana mereka rela membayar ratusan Dollar untuk membeli tas dari Cravar. Hal ini terbukti dari banyaknya campaign milik Cravar yang di backup oleh banyak orang asing di Kickstarter. Cek https://www.cravar.com.


3. Nam Watch


nam watch brand lokal

Mahameru Gold by Nam Watch


Ada beberapa brand lokal yang membuat jam tangan di Indonesia. Walaupun mungkin masih belum sampai memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), tapi menurut kita ini udah merupakan suatu inovasi yang berdampak positif pada industri yang mati suri di Indonesia. Karena ya harus kita maklumi, untuk membuat movement sebuah jam tangan memang tidak semudah itu untuk memproduksinya secara lokal.


Paling-paling saat ini untuk meningkatkan komponen dalam negeri, yang bisa dilakukan oleh brand lokal adalah membuat strap kulit, packaging, dan (mungkin) casing dari jam tangan itu sendiri.


Mahameru Nam watch brand lokal

Mahameru MH006 salah satu favorit kita


Salah satu brand lokal yang meniupkan roh kepada industri jam tangan lokal adalah Nam Watch. Nam Watch berdiri sejak 2014. Mereka menawarkan koleksi dress watch berkelas affordable premium. Dimana kalau kita lihat dari harganya berkisar antara 1,2jt – 3,2jt Rupiah. Menurut kita NAM watch berarti bermain di pasar yang sama dengan jam tangan seperti Timex, Swatch, Seiko dan Daniel Wellington.


Nice banget ya bro, dengan ini brand lokal Indonesia bisa merebut market share dari brand-brand asing lho. Dengan harga yang paling tinggi, lo bisa mendapatkan jam dengan Automatic Movement Miyota 8245 dari Citizen yang bisa diandalkan dengan power reserve sekitar 40 jam. Lit banget deh pokoknya. Cek www.namwatches.co.


4. Bonolo


brand lokal bonolo

Produk kemeja tenun dari Bonolo. Keren dan simple kan bros?


Serius, nyari batik itu susah karena beberapa hal. Yang pertama, kalo lo ke toko batik yang ada di mall-mall, kemungkinan besar size ngga akan fit sesuai dengan badan lo, alias gombrong. Gw bicara dari pengalaman banyak orang yang beli batik di mall, dan pada akhirnya mereka harus ngecilin lagi tuh batik.


Yang kedua, banyak dari batik yang dijual di pasaran itu motifnya terlalu konservatif atau terlalu tempo dulu. Motif yang selalu terlalu kultural, susah banget untuk digunakan pada acara-acara yang lebih santai dan ngga terlalu formal.


bonolo batik brand lokal

Beberapa koleksi batik Bonolo dengan motif simple dan fresh


Disinilah menurut kita Bonolo sangat bermanfaat. Bagi kaum millennials yang mau menggunakan batik tanpa terlihat mau ke kondangan, Lo mendingan coba deh liat-liat koleksi yang dimiliki oleh Bonolo. Mereka punya koleksi tenun yang menurut kita santai dan kalem banget, cocok digunakan di acara formal dan kasual. Batik yang ditawarkan juga motifnya ngga “ribet”.


Sehingga lo bisa gunakan dengan chino atau jeans tanpa mikir “ini gw seperti mau ke kondangan ngga ya?” Karena untuk beberapa artikel mereka, pake celana pendek pun menurut kita masih bisa. Cek Bonolo yaa.


5. Banner


banner brand lokal


Mungkin lo ngga tau brand lokal apa itu Banner. Memang kita akuin, sangat susah mencari brand lokal lain seperti Banner. Atau harus kita ralat, lebih tepatnya ngga ada yang seperti Banner. Karena mereka adalah brand lokal yang menjual silet cukur! Kalo dari pengamatan singkat, ini berarti ngga banyak kompetitor, tapi kompetitor yang ada itu berat, seperti Gillette dan Bic.


banner brand lokal silet cukur


Banner menawarkan silet cukur, shaving cream, sabun dan sampo. Lo bisa beli satuan, atau yang paling unik, lo bisa langganan / subscribe perbulan. Keren kan? Dengan banner kita ngga pusing lagi milih alat cukur di supermarket. Mereka memberikan alat cukur dengan kualitas yang luar biasa baik lho, 5 mata pisau yang membuat jenggot lo abis sekali silet (lebay bro). Biasanya silet dengan 5 mata pisau itu harganya mahal bro, bisa 80K IDR, di banner Cuma 40K-an. Lo bisa cek Banner disini bro.


Oke itu dia brand lokal epik pilihan Pemoeda.co.id untuk bulan April 2019 bos! Semoga sekarang lo lebih aware tentang beberapa brand lokal di Indonesia yang kualitas, kreativitas dan inovasinya patut di berikan respek ya. Sampai jumpa lagi di brand lokal epik berikutnya! Jangan lupa cek ribuan brand lokal fitur explore Pemoeda yaa. Salam Pemoeda!