Top

UMKM : Para Pejuang Perang Ekonomi Bangsa + INFOGRAFIS

Kekuatan UMKM telah diakui di dunia. Sebenarnya apa yang membuat UMKM begitu kuat? Inilah pembahasan terlengkap yang akan membuka mata Anda tentang UMKM Bung!

Posted on 2017-11-16 23:49:07

Halo Bung! Selamat datang di Pemoeda.co.id! Kali ini kami ingin ngobrol tentang UMKM di Indonesia, meliputi pengertian, definisi, sampai jasa-jasa mereka dalam menopang Ekonomi bangsa ini.


Apakah Anda tahu? Merekalah alasan kenapa pada tahun 2008 Indonesia masih sehat walafiat Bung walaupun krisis global tengah terjadi! Pada tahun 1998 ketika krisis moneter menimpa, hanya UMKM lah yang tetap berdiri kokoh.  Inilah kekuatan UMKM yang mengagumkan! Bahkan kekuatannya tidak hanya di akui di Indonesia, namun di seluruh dunia.


2008 crisis

Pendapat Ben Bernanke Terhadap Krisis 2008 Silam.


Sebelumnya, apakah Anda pernah dengar tentang UMKM? Kalau belum tidak apa-apa, disini kami akan sekaligus menjelaskan tentang pengertian dari UMKM itu sendiri. Agar wawasan Anda makin terbuka Bung.


Kalau anda sudah tahu definisi UMKM dan kriterianya, silahkan langsung pilih topik yang ingin Anda baca ya Bung:


1. Apa Perbedaan UMKM dan UKM

2. Apa itu UMKM & Pengertian UMKM

3. Kekuatan & Pengaruh UMKM Terhadap Ekonomi Indonesia

4. Kendala UMKM


I. Apa Perbedaan UMKM dan UKM? (back to top)


Nah istilah UKM & UMKM ini sendiri bikin rancu sebenarnya, ada yang bilang beda ada yang bilang sama. Sebelumnya penting bagi anda untuk mengerti bahwa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah dua hal yang sebenarnya sama saja.


UMKM adalah versi terbaru dari UKM, karena ternyata pada tahun 2008 muncul satu kriteria baru yang sangat penting dan berperan besar di Indonesia yaitu usaha “Mikro”. Sehingga disisipkanlah huruf M pada singkatan UKM, menjadi UMKM.


umkm sama dengan ukm

UKM Diperbaharui menjadi UMKM Pada Tahun 2008.


Istilah UMKM muncul pada tahun 2008 ketika diumumkannya undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tepat ketika krisis ekonomi global terjadi. Setelah sebelumnya istilah UKM muncul dari surat edaran Bank Indonesia No.26/I/UKK tanggal 29 Mei 1993. Oleh karena itu, kami akan menggunakan versi terbarunya ya sepanjang artikel ini, yaitu UMKM.


II. Apa itu UMKM? (back to top)


UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) adalah sebutan bagi para pengusaha yang menjalankan bisnis modal menggunakan uang sendiri, dengan aset bisnis yang terbatas, dan jumlah pekerja yang juga tidak terlalu banyak. UMKM sesuai dengan namanya, terbagi menjadi 3 kelompok dengan kriterianya masing-masing:


1. Usaha Mikro


Usaha mikro merupakan kelompok bisnis yang paling kecil yang memerlukan modal kecil. Pelaku bisnis ini meliputi pedagang kaki lima, penjual sayur keliling, pedagang pasar, nelayan, peternak kecil, penjahit, pengrajin kayu perseorangan, bengkel pompa ban, dan sebagainya. Biasanya bisnis mikro dijalankan seorang diri. Sebuah usaha termasuk kedalam kelompok bisnis mikro apabila :


Total aset / kekayaan maksimal 50 juta rupiah

(Tanpa tanah dan bangunan tempat usaha, berdasarkan UU No.20 2008, UMKM)


Total omset / keuntungan maksimal 300 juta rupiah

(berdasarkan UU No.20 2008, UMKM)


Karyawan < 4 orang

(berdasarkan Badan Pusat Statistik)


Karyawan < 10 orang

(berdasarkan World Bank, untuk pembanding)


Kelompok ini merupakan kelompok yang sangat sering ditemukan, karena tentunya dapat dilakukan seorang diri, atau dengan tenaga kerja yang sangat sedikit, sehingga cukup mudah untuk merintis bisnis mikro sendiri. Di Indonesia, terdapat  99% UMKM yang termasuk kepada kelompok usaha mikro lho Bung!


pemoeda.co.id


Bisnis mikro umumnya produksi menggunakan material dan bahan-bahan produksi lokal, tenaga kerja orang Indonesia, modal awal yang kecil dan harga jual produk yang murah, membuat eksistensi bisnis mikro sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.


2. Usaha Kecil


Usaha kecil merupakan para pemilik bisnis (seorang atau badan usaha) yang tidak terlalu besar, namun dilakukan dengan sejumlah karyawan dengan modal yang diatas rata-rata. Pengusaha seperti ini meliputi; agen grosir di pasar, toko material, pengrajin mebel, peternakan ayam, pengusaha tambak ikan, dan lain-lain. Sebuah usaha dapat disebut sebagai usaha kecil apabila :


Total aset / kekayaan diatas 50 juta sampai maksimal 500 juta Rupiah

(Tanpa tanah dan bangunan tempat usaha, UU No.20 2008, UMKM).


Total omset / keuntungan pertahun diatas 300 juta sampai maksimal 2.5 miliar Rupiah

(UU No.20 2008, UMKM)


Karyawan < 19 orang 

(berdasarkan Badan Pusat Statistik)


Karyawan < 30 orang

(berdasarkan World Bank, untuk pembanding)


Pemoeda.co.id sendiri dimulai dari tahap yang ini nih Bung. Kami memiliki anggota tim sebanyak 10 orang, dan total aset Pemoeda.co.id ketika lahir ke dunia adalah sekitar 150 juta Rupiah. Pemoeda.co.id termasuk kedalam kategori usaha kecil. Yaa, kami sih berharap pelan-pelan nanti kami bisa tumbuh dengan baik. Amiiiin.


3. Usaha Menengah


Usaha menengah sebenarnya bisa juga merupakan usaha kecil yang tumbuh menjadi lebih besar. Walaupun belum termasuk kepada usaha golongan besar, namun usaha menengah ini sudah berjalan dengan sangat baik dan menguntungkan. Apalagi usaha menengah bisa punya karyawan diatas 20 orang, sudah pasti usaha ini sudah berjalan dengan baik. Sebuah usaha atau bisnis, dapat disebut usaha kelas menengah apabila:


Total aset / kekayaan diatas 500 juta sampai maksimal 10 Miliar Rupiah

(Tanpa tanah dan bangunan tempat usaha, UU No.20 2008, UMKM).

Total omset / keuntungan pertahun diatas 2.5 miliar, sampai maksimal 50 miliar Rupiah

(UU No.20 2008, UMKM)


Karyawan < 100 orang

(berdasarkan Badan Pusat Statistik)


Karyawan < 300 orang

(berdasarkan World Bank, untuk pembanding)


Nah, klasifikasi masing-masing besarnya usaha akan dapat Anda lihat dengan lebih jelas melalui tabel yang kami buat dibawah.


tabel UMKM

Tabel Klasifikasi UMKM 


Jadi yang termasuk yang manakah bisnis Anda? Atau bisnis Anda termasuk kedalam kategori startup? Silahkan Anda baca apa perbedaan antara startup dan UMKM. Sekarang mari kita lakukan kilas balik dan sedikit berbincang tentang pentingnya UMKM di Indonesia. Kalau Anda ingin baca tentang usaha besar (UB) cek artikelnya ya.


III. Kekuatan dan Pengaruh UMKM Terhadap Ekonomi Indonesia (back to top)


Berikut adalah infografis tentang UMKM di Indonesia, yang mana layak untuk menjadi perhatian Anda sekalian Bung. Silahkan Anda share kepada teman-teman, kerabat dan rekan-rekan Anda Bung. Semoga bisa berguna ya.


infografis UMKM

Tabel Klasifikasi UMKM 


Kekuatan paling utama dari UMKM adalah fakta bahwa 90% UMKM menggunakan bahan-bahan, material, dan talenta lokal untuk menjalani bisnisnya. Saking hebatnya, mereka dapat menyerap lebih dari 97% tenaga kerja bangsa ini Bung. Sangat hebat kan?


Nah karena kebanyakan dari UMKM ini juga menggunakan modal sendiri untuk membangun usahanya, ketika krisis melanda, mereka tidak terpengaruh secara signifikan terhadap krisis tersebut. UMKM mayoritas adalah usaha berskala kecil, yang tidak terlalu tergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar dalam mata uang asing. Sehingga ketika terjadi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, UMKM tetap dapat berdiri tegap berkibar.


usaha mikro

Usaha Kecil Dalam Industri Makanan


Buktinya pasca krisis ekonomi pada tahun 1997-1998, jumlah UMKM tidak berkurang dan malah terus meningkat. Menyerap 85 juta sampai 107 juta tenaga kerja sampai pada tahun 2012 lalu. Yang akan berpengaruh adalah apabila harga bahan-bahan produksi lokal naik, maka imbasnya akan melanda harga jual UMKM dan para pembelinya.


Kekuatan yang dimiliki UMKM secara kumulatif mendongkrak perekonomian bangsa, dibuktikan pada tahun 2013 UMKM berkontribusi pada PDB Indonesia sebesar 57% dari total PDB.


IV. Kendala Perkembangan UMKM (back to top)


Tentunya sangat baik apabila sebuah usaha mikro, kecil atau menengah dapat berkembang menjadi usaha besar. Namun justru hal inilah yang sulit dilakukan oleh kebanyakan UMKM Bung. Berikut adalah beberapa kendala bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh:


Persaingan Berat Dengan Produk Import


Untuk UMKM yang baru saja memulai atau sedang berkembang, sangat sulit untuk mereka berkembang dengan pesat. Tidak hanya pesaing lokal, namun ternyata masalah terberat justru datang dari pihak asing. Merekalah yang mengancam kestabilan berlangsungnya bisnis-bisnis lokal.


Permasalahan ini timbul terutama karena masalah kualitas dan harga. Bagi para pebisnis lokal yang baru memulai dan masih berkembang, dibutuhkan perputaran dana yang cukup untuk terus memperbaiki kualitas dan meningkatkan jumlah produksi. Namun hal ini dijegal produk import dari perusahaan asing yang sudah memiliki kualitas bagus dan harga lebih murah.


pomade impor vs lokal

Pomade Impor vs Lokal


Akibatnya, usaha-usaha lokal menjadi lebih sulit berkembang, kalaupun berkembang pasti memakan waktu yang lebih lama dari seharusnya. Terutama karena banyak sekali orang Indonesia yang menyukai barang-barang dengan harga yang murah. Sedangkan dengan modal seadanya dan demi menutupi biaya produksi dan operasi, para pebisnis lokal mau tidak mau harus memasang harga yang lebih tinggi dari pedagang asing.


Modal Seadanya dan Terbatasnya Akses Perbankan


Modal yang digunakan untuk membangun usaha UMKM ini biasanya dari modal yang berasal dari kantong sendiri atau pinjaman lunak kerabat. Inilah yang membuat UMKM kuat melawan krisis, dimana faktor mata uang asing tidak berpengaruh seandainya Rupiah melemah.


Disatu sisi, hal ini juga merupakan pedang bermata dua. Karena modal ini adalah modal sendiri, maka tentunya terbatas. Dimana hal ini juga membatasi biaya produksi dan operasi usaha. Sehingga apabila tidak berhasil, maka sang pemilik kemungkinan harus gulung tikar atau nunggak hutang kepada kerabatnya.


Lalu di banyak daerah di Indonesia, masih belum tersedia akses perbankan yang cukup kondusif. Akibatnya pinjaman kredit usaha masih belum dapat dinikmati banyak pengusaha kecil. Hal ini juga turut menghambat pertumbuhan UMKM dalam skala nasional.


Kurangnya Pengetahuan Tentang Teknologi Internet dan Infrastruktur Telekomunikasi Terbatas


Internet telah mendukung tumbuhnya banyak sekali bisnis, menciptakan jutaan lapangan kerja baru dan peluang untuk menjadi seorang entrepreneur. Di kota-kota besar yang terjangkau oleh infrastruktur telekomunikasi, tentunya walaupun tidak terlalu mengerti tentang digital marketing atau tata cara website development, UMKM masih dapat menggunakan platform seperti Tokopedia, Bukalapak dan Qlapa.


pemoeda.co.id


Walaupun akan lebih baik tentunya apabila mereka lebih memahami bagaimana memanfaatkan teknologi internet dengan lebih baik sebagai media pemasaran.


Sedangkan nasib UMKM di daerah lebih sulit. Jangankan pengetahuan tentang internet, permasalahan yang terbesar dihadapi UMKM disini adalah tidak tersedianya infrastruktur telekomunikasi yang memadai.


Kurangnya Profesionalisme


Salah satu musuh terbesar bagi para UMKM ini sayangnya, adalah diri mereka sendiri. Karena kurangnya pendidikan formal, atau pendidikan tinggi, tidak jarang ditemukan para pengusaha UMKM yang tidak bekerja secara profesional. Mereka masih suka mengulur-ngulur waktu yang sudah dijanjikan kepada pelanggannya, telat membayar vendor, tidak mengikuti aturan yang sudah ada, tidak adanya sistem keuangan terpisah antara pribadi dan bisnis, tidak adanya badan hukum dan sebagainya.


Seharusnya diterapkan di negara ini pendidikan gratis untuk para pengusaha di Indonesia. Dimana pendidikan tersebut memberikan seluruh pengetahuan dan etika dasar dalam berbisnis. Atau kalau tidak gratis, mungkin dengan harga yang sangat-sangat terjangkau? Hal ini tentunya akan meningkatkan SDM SDM yang bekerja di sektor UMKM.


Jadi bagaimana Bung? Apakah sekarang Anda sudah mengerti peranan UMKM di negeri ini? Mereka adalah aktor penting yang membantu ekonomi bangsa bertahan dari krisis, jadi mari kita bantu upaya mereka dengan selalu mendukung produk lokal Indonesia! Salam Pemoeda!


Narasumber

https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1322

http://www.depkop.go.id/pdf-viewer/?p=uploads/tx_rtgfiles/sandingan_data_umkm_2011-2012-new.pdf

http://www.depkop.go.id/berita-informasi/data-informasi/data-umkm/

Bagikan ke sosial media.


Berlangganan Newsletter

Dapatkan info dan promo terbaru dari Pemoeda dengan mendaftarkan email Anda.