BPJS Akan Naik Lagi di Tengah 2020, Apa Sih Efeknya? – pemoeda.co.id arrow-right cart chevron-down chevron-left chevron-right chevron-up close menu minus play plus search share user email pinterest facebook instagram snapchat tumblr twitter vimeo youtube subscribe dogecoin dwolla forbrugsforeningen litecoin amazon_payments american_express bitcoin cirrus discover fancy interac jcb master paypal stripe visa diners_club dankort maestro trash

Oleh Bima Arya


🇲🇨 Kabar

BPJS Akan Naik Lagi di Tengah 2020, Apa Sih Efeknya?

Oleh Bima Arya


Oleh Bima Arya


Di tengah pandemi yang sedang terjadi di pertengahan Mei 2020 ini, BPJS dikabarkan akan naik lagi nih bro. Polemik rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan semakin menyita perhatian orang-orang.

Ilustrasi BPJS Naik

Masyarakat berpendapat menaikkan iuran bukan solusi dari defisit anggaran BPJS Kesehatan seperti yang digaungkan pemerintah.

Sebenarnya, pada akhir Desember lalu, iuran BPJS dinaikkan melalui Perpres Nomor 75 tahun 2019.

Tapi, pada 1 April dibatalkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020.

Nah sekarang, Presiden mau naikkin lagi nih melalui BPJS Kesehatan Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

Terus, Jadi Berapa Bayarnya?

Januari-Maret 2020 berdasarkan Perpres 75 Tahun 2019:

Kelas 1: Rp 160.000

Kelas 2: Rp 110.000

Kelas 3: Rp 42.000

April-Juni 2020 kembali ke Perpres 82 Tahun 2018:

Kelas 1: Rp 80.000

Kelas 2: Rp 51.000

Kelas 3: Rp 25.500

Juli-Desember 2020 berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020:

Kelas 1: Rp 150.000

Kelas 2: Rp 100.000

Kelas 3: Rp 25.500 (Rp 42.000 dikurangi subsidi pemerintah Rp 16.500)

Tahun 2021 berdasarkan Perpres Nomor 64 tahun 2020:

Kelas 1: Rp 150.000

Kelas 2: Rp 100.000

Kelas 3: Rp 35.000 (Rp 42.000 dikurangi subsidi pemerintah Rp 7.000)

Kalau Udah Gitu, Efeknya apa?

1. Turun Kelas

Kenaikan yang hampir 100 persen untuk sebagian kelas ini bisa menimbulkan efek turun kelas karena mereka ngerasa ngga sanggup kalau harus bayar kenaikan harga.

BPJS Turun Kelas

Kenaikan yang hampir 100 persen untuk sebagian kelas ini bisa menimbulkan efek turun kelas karena mereka ngerasa ngga sanggup kalau harus bayar kenaikan harga.

Efek yang cukup besar adalah dari peserta kelas 1 yang berencana turun ke kelas 2 dan juga peserta kelas 2 yang akan turun ke kelas 3.

Langkah ini bisa jadi salah satu solusi masyarakat untuk tetap menjadi peserta BPJS Kesehatan walau harus turun kasta ya.

2. Banyak Nunggak

Kurang lebih sebanyak 15 juta peserta di tahun 2019 menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Kurang lebih sebanyak 15 juta peserta di tahun 2019 menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

BPJS Nunggak

Kurang lebih sebanyak 15 juta peserta di tahun 2019 menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Akibatnya, defisit anggaran terjadi hingga mencapai Rp28,5 triliun. Terus gimana dong kalau iurannya dinaikkan?

Ya lo bisa kira-kira sendiri lah ya. Harga sekarang aja banyak yang nunggak, apalagi kalau iurannya dinaikkin. Ya makin-makin dong.

Mungkin secara kuantitas orang yang nunggak akan naik dengan jumlah yang sedang. Tapi secara volume kemungkinan besar akan melonjak karena iurannya juga naik.

3. Pindah ke Asuransi Swasta

Kemungkinan besar, akan ada banyak peserta yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap BPJS Kesehatan, jadinya memutuskan untuk menutup kepesertaan dan beralih ke asuransi swasta.

BPJS Asuransi Swasta

Cuma kayanya wacana ini ga semudah itu untuk dilakukan. Karena kalau kita menunggak ada kemungkinan kita juga akan susah ngurus surat-surat kenegaraan yang lain seperti SIM, KTP, Akta, NPWP, dan lain lain.

4. Ledakan Pasien

Poin ini sebenarnya berhubungan dengan poin nomor 1. Pada saat masyarakat ngga mampu bayar iuran, maka salah satu pilihannya adalah turun kelas.

Ledakan Pasien BPJS

Dari kelas 1 ke kelas 2, dan dari kelas 2 ke kelas 3. Berarti apa? Berarti akan ada penambahan jumlah anggota kelas 2 dan kelas 3.

Dan kalau mereka-mereka itu sakit di saat yang bersamaan, maka rumah sakit bisa overload!

Karena jumlah kamar dan dokter tidak bertambah, tapi kelas pasiennya nambah. Nah lho!

Akan ada banyak pasien yang ngga keurus karena hal ini. 

Kalau udah kaya gini, mendingan kita biasain hidup sehat aja deh bro, daripada ribet-ribet. Emang bener kata orang, sehat itu mahal! Sakit itu ribet, syu!


Rubrik Lainnya

Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Sebuah tim ilmuwan Kanada meyakini telah menemukan jenis ganja yang berpotensi kuat membantu, mencegah atau...
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Di tengah pandemi yang nggak menentu ini, mindfulness jadi salah satu teknik yang lo butuhin. Dalam hal ini...
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Kebutuhan nutrisi cowok berbeda dengan cewek. Begitu pula dengan risiko kesehatan keduanya juga nggak sama....
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Sengaja atau nggak disengaja, kita pasti pernah menyentuh wajah kita berkali-kali setiap harinya. Ini hal y...
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Ngopi?
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Ngopi?
Lo suka kopi? Kita juga suka banget. Masalahnya kapan sih, waktu yang paling baik untuk minum kopi bro?  B...
Sebat? Makanan Sehat Untuk Perokok Menurut Studi
Sebat? Makanan Sehat Untuk Perokok Menurut Studi
Tau ngga kalau berdasarkan sebuah penelitian Harvard perokok juga cenderung lebih jarang makan sayur dan bu...
Makanan-Makanan yang Bakal Bantu Lo Hempaskan Perut Buncit
Makanan-Makanan yang Bakal Bantu Lo Hempaskan Perut Buncit
Perut buncit mungkin jadi salah satu ‘musuh’ terberat cowok, terutama bagi mereka yang selalu ingin menjaga...
Olahraga 4 Detik yang Bisa Menetralisir Duduk Seharian
Olahraga 4 Detik yang Bisa Menetralisir Duduk Seharian
Duduk terlalu lama sampai berjam-jam nggak baik untuk kesehatan. Bahkan, hal tersebut bisa meningkatkan ris...

Keranjang