Olahraga Saat Sakit; Baik atau Buruk? – pemoeda.co.id arrow-right cart chevron-down chevron-left chevron-right chevron-up close menu minus play plus search share user email pinterest facebook instagram snapchat tumblr twitter vimeo youtube subscribe dogecoin dwolla forbrugsforeningen litecoin amazon_payments american_express bitcoin cirrus discover fancy interac jcb master paypal stripe visa diners_club dankort maestro trash

Oleh Bima Arya


✊🏻 Raga

Olahraga Saat Sakit; Baik atau Buruk?

Oleh Bima Arya


Oleh Bima Arya


Olahraga teratur bisa dibilang merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Olahraga Saat Sakit

Apalagi sudah terbukti, dengan berolahraga, risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung bisa diturunkan.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Meski nggak diragukan lagi kalau aktivitas fisik tersebut memang baik buat kesehatan, tapi kadang lo bertanya-tanya, apakah olahraga saat sakit bisa membantu atau justru menghambat pemulihan tubuh?

Well, lo bakal tahu alasan kenapa kadang lo boleh olahraga saat sakit atau mending di rumah aja dan istirahat. Seperti ulasan yang dilansir dari Healthline berikut ini.

Boleh atau Nggak Olahraga Pas Sakit?

Olahraga saat sakit

Olahraga adalah kebiasaan yang sehat, dan tetap normal kalau lo terus melakukannya meski lo ngerasa lagi nggak enak badan.

Bahkan kadang hal ini terasa baik-baik saja. Tapi di sisi lain, hal tersebut juga bisa bikin lo rugi.

Sejalan dengan hal tersebut, sebenarnya banyak ahli yang sudah menggunakan aturan “di atas leher” saat memberi tahu pasien, apakah boleh olahraga saat sakit. 

Berdasarkan teori tahun 2007, lo boleh olahraga kalau lo cuma mengalami gejala di atas leher, seperti hidung tersumbat, bersih, ataupun sakit telinga.

Sebaliknya, kalau lo mengalami gejala di bawah leher, seperti mual, flu, demam, diare, maupun batuk berdahak, sebaiknya lo istirahat dulu sampai kondisi tubuh lo membaik.

Kapan Masih Boleh Olahraga?

Gejala-gejala di bawah ini kemungkinan besar masih aman kalau lo mau lanjut olahraga. Tapi tetap konsultasi dengan dokter kalau lo memang nggak yakin.

1. Pilek Ringan

Pilek Ringan

Merupakan infeksi virus pada hidung dan tenggorokan, biasanya gejalanya bervariasi pada setiap orang.

Kebanyakan orang yang lagi pilek bakal mengalami hidung mampet, sakit kepala, bersin, dan batuk ringan, seperti yang tertulis dalam sebuah studi tahun 2011 lalu.

Nggak masalah kalau lo mau olahraga saat lagi pilek, asal masih punya cukup energi untuk melakukannya.

Sebaliknya, lo juga perlu mengurangi intensitas olahraga atau memperpendek durasinya ketika lo ngerasa kekurangan energi. 

2. Sakit Telinga

Sakit Telinga

Sakit telinga memang menyiksa. Bahkan terasa seperti terbakar di salah satu atau kedua telinga kita.

Nyeri pada telinga bisa disebabkan oleh infeksi sinus, sakit tenggorokan, infeksi gigi, maupun perubahan tekanan.

Olahraga saat sakit telinga masih dianggap aman, selama keseimbangan lo tetap terjaga dan infeksi yang mungkin terjadi sudah disingkirkan.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa infeksi telinga tertentu bisa bikin lo nggak seimbang, demam, dan gejala lain yang membuat olahraga nggak aman. Untuk itu, pastikan dulu lo nggak mengalaminya sebelum berolahraga. 

Meski olahraga tetap aman saat lo lagi sakit telinga, cobalah untuk menghindari kegiatan yang bisa memberi tekanan pada area sinus.

3. Hidung Mampet

Hidung Mampet

Hidung mampet memang bikin nggak nyaman. Tapi lo masih bisa berolahraga meski indera penciuman lo lagi bermasalah. Kecuali sakit lo ini diikuti dengan demam atau batuk berdahak.

Bahkan, ternyata olahraga bisa membuka saluran hidung dan bikin lo lebih nyaman saat bernapas.

Lo bisa pilih olahraga ringan seperti jalan cepat atau bersepeda kalau memang pengen tetap bergerak aktif.

Sementara kalau lo pilih tempat gym untuk olahraga, pastikan selalu perhatikan kebersihan, khususnya saat hidung lo berair.

Bersihkan peralatan setelah lo gunakan demi mencegah penyebaran penyakit. 

4. Sakit Tenggorokan Ringan

Studi tahun 2012 menyebut bahwa biasanya sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek atau flu biasa.

Kalau lo cuma sakit tenggorokan yang disebabkan oleh pilek maupun flu biasa, lo masih boleh untuk berolahraga.

Sebaliknya, hindari kegiatan tersebut kalau sakit tenggorokan lo sudah diikuti dengan demam, batuk parah, bahkan sampai sulit menelan.

Lo perlu mengurangi intensitas maupun durasi olahraga kalau lo mengalami gejala lain yang dikaitkan dengan flu seperti kelelahan.

Kapan Nggak Boleh?

Berbeda dengan ulasan sebelumnya, lo sebaiknya istirahat dan jangan olahraga dulu kalau gejala-gejala ini lagi lo rasakan.

1. Demam

Demam

Saat demam, suhu tubuh lo bisa mencapai 37 derajat celsius. Biasanya penyakit ini muncul karena banyak hal. Tapi, demam lebih sering dipicu oleh infeksi bakteri atau virus.

Demam sendiri bisa munculin gejala-gejala seperti lemas, dehidrasi, nyeri otot, sampai kehilangan nafsu makan.

Sementara itu, saat lo olahraga, dehidrasi bisa terjadi, dan bikin demam makin buruk.

Lebih dari itu, menurut teori tahun 2014, demam bisa menurunkan kekuatan dan daya tahan otot serta merusak presisi dan koordinasi, sehingga meningkatkan risiko cedera. Karena alasan inilah sebaiknya lo tunda dulu untuk berolahraga.

2. Batuk Berat

Batuk Berat

Bukan batuk kering yang bisa mengganggu olahraga. Tapi intensitas batuk yang bakal jadi masalah.

Saat lo batuk terus menerus, hal ini bisa bikin lo susah ambil napas dalam-dalam. Terutama saat detak jantung lo meningkat selama berolahraga. Hal inilah yang bikin lo jadi sesak napas dan gampang capek.

Di samping itu, batuk yang produktif bisa mengeluarkan dahak. Dahak sendiri kemungkinan merupakan tanda infeksi atau kondisi medis lain, sehingga lo perlu istirahat.

3. Muntah atau Penyakit Pencernaan Lainnya

Muntah

Penyakit yang memengaruhi sistem pencernaan, seperti flu perut bisa menyebabkan gejala serius saat olahraga berlebihan.

Mual, muntah, diare, demam, kram perut, dan penurunan nafsu makan adalah gejala umum yang berhubungan dengan gangguan perut.

Sementara itu, studi tahun 2010 menyebut bahwa diare dan muntah berisiko bikin lo dehidrasi.

Alhasil, tubuh jadi lemah dan risiko terjadinya kecelakaan saat olahraga bisa meningkat. 

4. Flu

InfluenzaInfluenza adalah penyakit menular yang berdampak pada sistem pernapasan. Gejalanya ditandai dengan demam, kedinginan, sakit tenggorokan, meriang, gampang capek, sakit kepala, dan batuk.

Meski sebagian besar orang nggak mengalami gejala demam, tapi dehidrasi bisa saja terjadi. Inilah kenapa tetap berolahraga saat flu adalah ide buruk. 

Selain itu, latihan yang dilakukan intensif bisa memperpanjang proses penyembuhan flu dan masa pemulihan pun bakal tertunda.

Hal tersebut karena ketika lo melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, respon imun tubuh lo bakal tertekan.

Kapan Boleh Berolahraga Lagi?

Exercise

Biasanya orang buru-buru pengen balik olahraga seperti biasa begitu sembuh dari penyakit.

Padahal membiarkan tubuh lo pulih sepenuhnya sebelum kembali melakukan rutunitas adalah jalan terbaik.

Begitu gejala mereda, lo bisa memulai aktivitas, asalkan nggak berlebihan. Mulailah latihan dengan intensitas rendah dan durasi lebih pendek. Lalu jangan lupa untuk rajin konsumsi air putih saat olahraga.

Jadi, lo perlu ingat bahwa tubuh lo masih lemah. Khususnya saat lo baru pulih dari sakit perut maupun flu.

Kalau masih ragu, apakah lo sudah boleh olahraga atau belum, lo bisa tanya pendapat dokter.

Intinya

Saat lo mengalami gejala seperti diare, muntah, lemas, demam, atau batuk parah, lebih baik istirahat dan jangan olahraga dulu. 

Sebaliknya, lo boleh olahraga kalau cuma pilek biasa, sakit telinga, sakit tenggorokan ringan, atau hidung lo mampet.

Kalau lo ngerasa sehat tapi energi lo nggak banyak seperti biasa, sebaiknya lo mengurangi intensitas atau durasi latihan.


Rubrik Lainnya

Makanan yang Sebaiknya Dimakan Sebelum Olahraga
Makanan yang Sebaiknya Dimakan Sebelum Olahraga
Atlet maupun lo yang gemar olahraga pasti bakal cari cara untuk meningkatkan performa saat berolahraga. Sep...
4 Makanan Yang Membantu Lo
4 Makanan Yang Membantu Lo "Berdiri" Gagah Perkasa!
Mungkin bagi lo yang udah nikah ini adalah topik yang cukup penting untuk dibahas. Terutama karena hubungan...
Uang Tunai Mungkin Bisa Menyebarkan Virus, tapi...
Uang Tunai Mungkin Bisa Menyebarkan Virus, tapi...
Kebersihan jadi isu yang bisa dibilang sangat penting sekarang. Karena kebanyakan pada khawatir kalo sampe ...
Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Sebuah tim ilmuwan Kanada meyakini telah menemukan jenis ganja yang berpotensi kuat membantu, mencegah atau...
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Di tengah pandemi yang nggak menentu ini, mindfulness jadi salah satu teknik yang lo butuhin. Dalam hal ini...
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Kebutuhan nutrisi cowok berbeda dengan cewek. Begitu pula dengan risiko kesehatan keduanya juga nggak sama....
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Sengaja atau nggak disengaja, kita pasti pernah menyentuh wajah kita berkali-kali setiap harinya. Ini hal y...
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Ngopi?
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Ngopi?
Lo suka kopi? Kita juga suka banget. Masalahnya kapan sih, waktu yang paling baik untuk minum kopi bro?  B...

Keranjang