Celana Jeans 101 - Guide Untuk Denim Geeks!

Posted by Bima on 2018-10-08 00:28:14

Hampir semua orang pastinya tau tentang apa itu celana jeans. Jeans adalah kain bertekstur sedikit kasar dan umumnya berwarna biru, baik biru tua maupun biru muda. Celana jeans merupakan salah satu atribut umum yang dipakai kaula muda-mudi untuk aktivitas santai sehari-hari. Ini adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri mereka dalam hal fashion. Tapi sekarang gw pengen cerita sedikit nih tentang sejarah singkat celana jeans, atau celana yang berbahan kain denim.


#FUNFACT : Denim itu adalah kain yang digunakan untuk membuat celana jeans. Sedangkan kata "Jeans" sendiri adalah sebuah merek dagang yang diciptakan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada 1873. Saking terkenalnya dan kuatnya branding merek Jeans, nama merek tersebut menggantikan kata "denim pants" menjadi kata yang paling umum digunakan secara global ketika kita sedang berbicara tentang celana berbahan denim. Sekarang kita semua menyebut celana berbahan denim sebagai "Jeans". Ibaratnya guys, lo mau pesen air putih di dalam kemasan tapi malah lo sebutnya "Aqua", ini terjadi karena brand tersebut sangat kuat secara branding di dalam benak masyarakat.


I. SEJARAH SINGKAT DENIM


asal muasal denim

Les Arenes in Nimes

Sumber: flickr.com


Bahan denim bermula dari sebuah kota yang ada di Prancis, yaitu Nimes. Karena itu, bahan denim dahulu disebut dengan Serge de Nimes atau diartikan Serge dari Nimes. Serge yang berarti kain kokoh sedangkan Nimes adalah kota tempat pertama kali kain ini dibuat. Sehingga, secara harafiah namanya adalah kain kokoh dari Nimes. Namun seiring berjalannya waktu, namanya berubah dan dipersingkat menjadi Denim.


Denim adalah material kain kokoh yang dibuat dari katun twill. Dan pada awalnya diciptakan, denim hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Tapi seiring berkembangnya zaman, berkembang menjadi warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, puih, khaki, dan warna-warna terang lain seperti hijau, pink dan biru muda. Hmmm, Sejarah yang lumayan menarik yaa.


Miners Wore Levis

Sumber: abcnews.com


Selain beken di Prancis, denim juga terkenal di Inggris. Banyak yang berasumsi kalau denim Inggris adalah denim hasil impor dari Prancis. Namun setelah dianalisa lebih jauh, ternyata Inggris juga memiliki pabrik kain denim sendiri. Dengan eksisnya denim di Prancis dan Inggris, kain ini pun makin terkenal di kalangan fashion Eropa. Denim pun mulai merambat ke Amerika dan nantinya terkenal untuk digunakan oleh para penambang di negara Paman Sam ini.


Para penambang emas di Amerika mencari bahan yang kuat untuk mereka pakai selama melakukan penambangan. Permintaan ini muncul karena celana yang mereka pakai seringkali robek atau rusak setelah melakukan penambangan. Levi Strauss dan Jacob Davis mencoba mencari solusi dari permintaan penambang, dan akhirnya membuat yang sekarang ini kita kenal dengan celana jeans, yang terbuat dari denim.


Rivet pun di tambahkan sebagai komponen wajib untuk memperkuat celana jeans. Dari sanalah perusahaan denim jeans pertama berdiri, yaitu, Levi’s.


II. JENIS-JENIS DENIM UNTUK CELANA JEANS


Raw Denim / Dry Denim


Raw atau Dry Denim adalah jenis denim yang secara harafiahnya masi mentah. Disebut demikian karena setelah dilakukan pewarnaa, raw denim tidak melalui proses pencucian dan langsung diproses ke tahap penjahitan. Karena itu, Dry Jeans bersifat keras, kaku, dan akan luntur seiring dengan dengan seringnya pemakaian dan pencucian. Raw denim sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu Sanforized dan Unsanforized.


Elsig III and Cazador

Sumber: IG @clco.official


Raw atau Dry Denim adalah jenis denim yang secara harafiahnya masi mentah. Disebut demikian karena setelah dilakukan pewarnaa, raw denim tidak melalui proses pencucian dan langsung diproses ke tahap penjahitan. Karena itu, Dry Jeans bersifat keras, kaku, dan akan luntur seiring dengan dengan seringnya pemakaian dan pencucian. Raw denim sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu Sanforized dan Unsanforized.


Sanforized Denim adalah dry jeans yang melalui proses stretching, atau biasa disebut sanforisation, setelah bahan denim ini direndam dengan pewarna indigo. Efeknya adalah, celana jeans akan memiliki ‘true size’ dan hanya akan menyusut sangat sedikit setelah dilakukan pencucian pertama.


Sebaliknya, Unsanforized Denim adalah dry jeans yang tidak melalui proses diatas. Jadinya, celana jeans akan menyusut 1 sampai 2 inci setelah pencucian pertama. Maka dari itu, biasanya pemakai unsanforized jeans disarankan untuk memakai satu ukuran lebih besar dari biasanya dan direndam dulu sebelum dipakai supaya ukurannya jadi pas saat dipakai.


Washed Denim


Dipskin MW 06

Sumber: IG @sixteendenimscale


Washed Denim adalah jenis celana jeans yang telah melalui proses pencucian. Dengan proses tersebut, maka warna indigo dari denim akan dilunturkan dan pudar. Salah satu karakter dari jeans tipe ini adalah bahannya yang lebih lemas dibanding raw jeans. Hal ini disebabkan oleh proses pencucian itu sendiri.


Washed denim sempat menjadi trend di kalangan anak muda Jepang pada tahun ‘90-an. Mereka prefer memakai washed jeans dibanding raw, karena unsur kelemasannya itu. Selain itu, warnanya yang dinamis dan tidak hanya memiliki satu warna, yaitu biru indigo, membuat remaja Jepang pada saat itu lebih memilih washed jeans daripada raw jeans. Variasi-variasi itu termasuk warna yang pudar di bagian-bagian yang diinginkan dan sobek yang biasanya pada bagian lutut.


Selvedge Denim


Exquisuite series 301

Sumber: IG @warpweftcompany


Selvedge atau selvage berasal dari kata “Self-Edge” yang berarti mampu membentuk “Tepi-nya Sendiri”. Tujuan dari pembuatan kain ini adalah agar denim yang sudah ditenun tidak dedel nantinya. Ciri dari selvedge denim adalah hasil tepian nya yang biasanya berwarna merah, dan biasanya pengguna selvedge jeans akan melipat atau istilah umumnya “cuff” jeans mereka agar red line selvedge nya kelihatan dan terlihat cool.


Untuk mengerti tentang selvedge denim, kita harus melihat sedikit ke belakang tentang sejarah kain ini. Pada tahun 1800-an, kain denim terbuat dari shuttle loom. Produsen denim Amerika lah yang mengawali produksi denim dengan menggunakan shuttle loom. Mesin ini memproduksi hasil tenunan yang padat dan kuat namun hanya bisa memproduksi lebar sekitar 70-80 cm, sehingga untuk satu celana membutuhkan sampai 3 yarn.


Pada tahun 1930-an, demand akan celana jeans meningkat sangat signifikan. Karena hal itu lah produsen celana jeans Amerika beralih ke projectile loom yang mampu memproduksi kain denim yang lebih lebar, lebih cepat, dan lebih murah namun dengan tepi yang tidak rapih. Kemudian mesin-mesin shuttle loom dibeli oleh produsen denim Jepang dan digunakan hingga sekarang karena Jepang sangat menyukai atribut fashion Amerika setelah perang dunia ke II.


Hingga saat ini, hanya produsen denim Okayama di Jepang dan Cone Mills di Amerika yang menggunakan mesin shuttle loom asli. Namun di dunia perindustrian yg sudah maju saat ini, sudah banyak denim mills yg dapat juga membuat selvedge denim dengan baik serta kekuatan yg sama seperti mesin tenun tua, salah satunya Indonesia lho.


Meskipun celana jeans (non-selvedge) mass product saat ini jauh lebih banyak daripada selvedge denim, semakin kesini selvedge denim mulai kembali diminati oleh para denim heads. Alasannya adalah perbedaan dari cari proses tenun pada bagian tepi, yaitu self edge itu sendiri, dan kualitas dari selvedge denim. Celana jeans dengan tipe selvedge memiliki kepadatan dan kekuatan lebih dibanding non-selvedge. Hasil fading dari selvedge denim pun pada umumnya lebih sangar. Sehingga belum afdol rasanya kalau pecinta denim tidak memiliki paling tidak satu buah celana jeans selvedge.


III. FIT CELANA JEANS


Regular Fit


Steady Eddy by Nudie Jeans

Sumber: nudiejeans.com


Regular fit jeans adalah salah satu jenis jeans yang pas dari pinggul ke paha. Regular fit jeans berarti memiliki mid-rise dan memiliki leg opening yang besar. Regular fit jeans biasanya dipakai oleh pria yang tidak bertulang besar atau kurus. Dari tipe tubuh pria yang berbeda, orang yang tidak terlalu kurus atau gemuk umumnya lebih suka regular jeans fit.


Slim Straight Fit


The Everest by NBDN

Sumber: Ig @sageseesmore


Slim straight jeans adalah cuttingan jeans yang memiliki potongan yang mengecil lurus dari pinggang sampai ke ujung celana. Sebagian orang berbadan kurus juga menginginkan classic look dari sebuah jeans. Mereka bisa menggunakan fit ini sebagai salah satu opsi. Tidak terlalu sempit, namun dapat sedikit menunjukkan lekuk kaki.


Slim Fit


NBDN Jeans

Sumber: Ig @nobrandedon_ina


Orang kurus umumnya lebih suka celana jeans yang ramping karena lebih memberi bentuk pada kaki mereka. Slim fit memiliki fit yang ketat dengan leg opening yang mengerucut. Fit ini juga lebih disukai oleh orang-orang kurus yang ingin nyaman tapi juga gaya. Dibandingkan dengan skinny jeans, slim fit lebih punya ruang di sekitar paha dan merupakan perpaduan ideal antara nyaman dan gaya, guys. Celana jeans tipe ini cocok banget kalau pake kaos atau kemeja slim.


Skinny Fit


Luxuria by Aye Denim

Sumber: Ig @ayedenim


Skinny jeans memiliki fit sempit dari pinggang sampai pergelangan kaki. Fit tidak menawarkan banyak mobilitas maka dari itu biasanya bahan skinny jeans adalah stretch denim. Tidak cocok untuk pria yang berbadan sintal, karena bisa bisa robek broo. Jeans ini cocok dipakai dengan hampir semua atasan.


Tapered Fit


Levi’s Jeans

Sumber: lyst.co.uk


Tapered jeans adalah fit cukup lebar di paha tetapi meruncing ke arah pergelangan kaki. Apa itu tapered fit? Tapered fit jeans lagi populer banget sekarang ini. Tapered fit berarti lebih lebar di bagian atas tetapi lebih sempit di bagian bawah. Cowok yang memiliki pinggang dan paha lebih besar akan lebih nyaman memilih yang ini. Tapi cowok kurus masa kini juga pake kok fit ini. Biasanya jeans ini dipadukan dengan oversized shirt.


Nah, lo udah lebih ngerti kan tentang seputar celana jeans dan denim? Selanjutnya lo hunting celana jeans, semoga lo udah bisa pilih celana jeans yang pas buat gaya lo dan bener-bener fit sama badang lo bro. Selamat hunting jeans ya guys!

Blog Terkait