Tato Peta Indonesia di Tangan Pengunjuk Rasa George Floyd – pemoeda.co.id arrow-right cart chevron-down chevron-left chevron-right chevron-up close menu minus play plus search share user email pinterest facebook instagram snapchat tumblr twitter vimeo youtube subscribe dogecoin dwolla forbrugsforeningen litecoin amazon_payments american_express bitcoin cirrus discover fancy interac jcb master paypal stripe visa diners_club dankort maestro trash

Oleh Bima Arya


šŸ‡²šŸ‡Ø Kabar

Tato Peta Indonesia di Tangan Pengunjuk Rasa George Floyd

Oleh Bima Arya


Oleh Bima Arya


Aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS) karena kasus kematian pria kulit hitam, George Floyd, pada Senin (25/5/2020).

Artikel Peta Indonesia

Floyd tewas setelah dibekuk polisi, lalu lehernya ditindih dengan lutut polisi Derek Chauvin saat ia tiarap dan nggak bawa senjata.

Pria setinggi 2 meter itu sempat merintih tidak bisa bernapas dan semua badannya sakit, tetapi polisi nggak mempedulikannya.

Dia ditindih lebih kurang sampai 9 menit dan kemudian meninggal saat di perjalanan. Floyd diamankan polisi karena diduga pake uang palsu pas beli rokok di toko sekitar.

Unjuk rasa yang terjadi pun sangat besar, sampaisampai tagar blacklivematters jadi viral dimana-mana. Begitu juga unjuk rasanya, terjadi di beberapa kota di USA.

Tapi ada yang menarik di unjuk rasa itu. Ada pengunjuk rasa yang ternyata berdarah Indonesia dan tertangkap sedang melakukan kerusuhan!

Peta Indonesia Amerika Zoom

Dia mudah dikenali karena punya tato kepulauan Indonesia di tangan kanannya saat melakukan unjuk rasa.

Foto demonstran ini nggak cuma ramai dan viral di Indonesia, tetapi juga jadi headline media internasional, yaitu The Inquirer.

Pria dengan nama Rainey A Backues itu memegang sesuatu untuk memecahkan kaca bank Wells Fargo, Philadelphia.

Dari klarifikasi nya, Mas Rainey ini awalnya nggak pengen demo atau unjuk rasa. Dia biasanya berangkat dengan sepeda setiap pagi. Lalu, saat itu ia melalui Center City dan dia cuma mendokumentasikan situasi aja.

View this post on Instagram

You might recognize me from several photos making the rounds on social media in the last several hours. If you know me personally, you will know that what is represented this is quite unlike me. I initially began my day by going out for a daily bike ride, and I went through Center City, ending up at the protests. This helps explain why I was not covering my identity in the photos. At first, I simply wanted to document on my Instagram story what I was seeing for those who were at home. But, as the evening went on, I began to feel a combined anger from the murder of George Floyd and a feeling of energy in the face of national police injustice from the rioting welling up inside of me. Even today, I still feel the passion of hurt brought about by the racial injustice that is frequently directed towards people of color, myself included. This emotion runs deep. However, I now regret that my justified anger and impulse to not stay silent too quickly turned into movements to destroy property. Demonstrating is not the same thing as destruction. Thus, I would now like to apologize to the BLM movement as well as to the protestors who are legitimately exhibiting their disagreement with the present injustices we all have witnessed. Since one of my tattoos shows the islands of Indonesia (I am a naturalized US citizen, but I was born on the island of Java), I would also like to apologize to the Indonesian community in Philadelphia. Finally, to clarify, I must make it clear that, though I foolishly posted selfies holding sneakers up to my ear on my Instagram story, I did not loot them nor did I take any home with me. The streets were littered with clothing and shoes and I thought it would emphasize the amount of looting that was happening if I posed with them in this way. I now regret posting those photos. Once again, I apologize to all the communities that I have negatively affected and embarrassed. I am willing to take full responsibility for my actions. I have learned a great deal from this incident.

A post shared by Rainey A. Backues (@rainsfordthegreat) on

Ā 

Tetapi, setelah malam berlalu, dia mulai merasakan kemarahan pada pembunuhan George Floyd dan perasaan ketidakadilan polisi nasional dari kerusuhan yang terjadi.

Bahkan saat itu, dia merasakan sakit hati karena ketidakadilan rasial yang sering diarahkan ke orang kulit berwarna, termasuk dia sendiri.

Dia pun udah meminta maaf kepada gerakan BLM (Black Lives Matter) dan juga kepada para demonstran karena udah merusak properti umum.

Tapi, perlu diketahui Mas Rainey ini bukan warga negara Indonesia ya. Dia adalah warga negara USA yang dinaturalisasi walau lahirnya di Pulau Jawa.


Rubrik Lainnya

Makanan yang Sebaiknya Dimakan Sebelum Olahraga
Makanan yang Sebaiknya Dimakan Sebelum Olahraga
Atlet maupun lo yang gemar olahraga pasti bakal cari cara untuk meningkatkan performa saat berolahraga. Sep...
4 Makanan Yang Membantu Lo
4 Makanan Yang Membantu Lo "Berdiri" Gagah Perkasa!
Mungkin bagi lo yang udah nikah ini adalah topik yang cukup penting untuk dibahas. Terutama karena hubungan...
Olahraga Saat Sakit; Baik atau Buruk?
Olahraga Saat Sakit; Baik atau Buruk?
Olahraga teratur bisa dibilang merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat. Apalagi ...
Uang Tunai Mungkin Bisa Menyebarkan Virus, tapi...
Uang Tunai Mungkin Bisa Menyebarkan Virus, tapi...
Kebersihan jadi isu yang bisa dibilang sangat penting sekarang. Karena kebanyakan pada khawatir kalo sampe ...
Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Beberapa Ilmuwan Percaya Ganja Bisa Mencegah dan Menyembuhkan Corona
Sebuah tim ilmuwan Kanada meyakini telah menemukan jenis ganja yang berpotensi kuat membantu, mencegah atau...
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Keuntungan dari Meditasi Berjalan yang Perlu Lo Tahu
Di tengah pandemi yang nggak menentu ini, mindfulness jadi salah satu teknik yang lo butuhin. Dalam hal ini...
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Makanan yang Jaga Tubuh Lo Tetap Bugar
Kebutuhan nutrisi cowok berbeda dengan cewek. Begitu pula dengan risiko kesehatan keduanya juga nggak sama....
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Manusia Bisa Menyentuh Wajah 16 Kali per Jam: Gini Cara Berhentinya
Sengaja atau nggak disengaja, kita pasti pernah menyentuh wajah kita berkali-kali setiap harinya. Ini hal y...

Keranjang